Sebenarnya, dibandingkan dengan mengajar privat, berjualan roti lebih mudah, karena cukup dengan menawarkan produk yang sudah ada. Hanya saja, mental memang harus hebat.

Sebelumnya saya pernah memposting artikel di blog ini dengan judul Kisah Adventure Seorang Gadis. Nah, ini adalah seri selanjutnya. Maaf, jika jeda dari seri adventure ini agak lama. Sebenarnya, saya kurang pede menulis kisah adventure, karena sebagai penulis baru, terkadang bahasa yang saya gunakan terlalu datar sehingga membosankan jika di baca. Apalagi ini adalah ceita perjalanan. Tentu tidak akan sesingkat tulisan-tulisan saya yang biasanya. Namun begitu, akhirnya saya berfikir, bahwa penulis sehebat apapun pasti akan mengalami proses ini. Tidak mungkin karya mereka langsung jadi seberkualitas itu jika tidak melalui proses yang panjang. Mereka pasti menulis setiap hari, sehingga kreativitas mereka mengolah kata menjadi semakin baik dari waktu-ke waktu.

Baiklah, mari melanjutkan kisah perjalanan ini. Kita sepakat saja untuk memberi nama gadis ini “Icha” ya. Perjalanannya dimulai dari  mempersiapkan dana untuk berangkat, uang tiket pesawat pulang pergi, serta akomodasi untuk sampai ke tempat tujuan. Memang, kegiatan yang akan di ikuti Icha adalah kegiatan nasional yang pesertanya diambil dari hasil seleksi ketat, mulai dari seleksi berkas, tes wawancara, bahkan nasional camp di Bogor. Tetapi, jika sudah dinyatakan lolos di kegiatan yang diberi nama Youth Adenture and Youth Leader Forum (YA & YLF) ini, perjuangan peserta sebenarnya belum berakhir. Karena, panitia pelaksana kegiatan tidak akan menanggung satu rupiah pun dana perjalanan peserta dari daerah asal ke tempat meeting point di RRI Pro 2 Yogyakarta. Sehingga, tidak ada pilihan lain selain mempersiapkan semua dananya.

Pengadaan dana ini sudah dirancang oleh Icha sedemikian rupa agar tidak menerima seperserpun uang dari orang tua. Komitmen ini sudah lama dibuatnya sejak mendaftarkan diri sebagai calon peserta YA YLF, pada Januari 2016. Sehari-harinya, sebenarnya Icha sudah punya aktivitas dari pagi hingga sore, yaitu mengurusi tugas akhir kampus dan juga kegiatan bersama timnya di Banua Mentor. Sehingga, waktu yang ia sisihkan adalah malam hari untuk memberikan les privat Matematika kepada anak SD, SMP maupun SMA, juga menyempatkan menjual roti di Car Free Day setiap hari minggu. Sebenarnya, dibandingkan dengan mengajar privat, berjualan roti lebih mudah, karena cukup dengan menawarkan produk yang sudah ada. Hanya saja, mental memang harus hebat.

Tidak sulit bagi Icha mendapatkan roti. Sebagai pemuda yang cukup aktif di bidang wirausha, Icha punya beberapa kenalan produsen makanan, termasuk roti. Dengan mudah, salah satu produsen roti unggulan kota Palu, siap membantu menyuplay roti untuk dijual sebagai kegiatan funrisingnya. Lumayan, penjualan roti di car free day saja, bisa terjual hingga 100-200 pcs. Akhirnya, hasil penjualan roti serta hasil les privat malam hari digunakan untuk membeli tiket ke tempat kegiatan. Tahukah kalian, bahwa Icha baru pertama kali naik pesawat ketika itu, pertama kali ke pulau Jawa, pertama kali juga naik kereta. Hahaha.

Mungkin tidak semua orang menyadari, kalau sebenarnya, pelajaran dari kegiatan YA YLF bisa diambil mulai dari sini. Mulai dari sebelum kegiatannya benar-benar dilaksankan. Tentang funrising. Tentang usaha sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu. Sebenarnya, jika kalian anak muda, ingin pergi ke manapun, akankah orang tua kalian keberatan jika kalian meminta uang jajan? Atau bahkan, barangkali orang tua juga tidak akan keberatan jika memberi fasilitas transportasi atau akomodasi yang berkecukupan. Tapi, mengingat esensi dari kegiatan ini, Icha sepertinya benar-benar ingin belajar untuk menjadi dirinya yang mandiri. Menikmati hasil dari usaha dan kerja keras tentu akan berbeda sensasinya dibandingkan menerima sesuatu dengan cuma-cuma bukan? *Yaaa, walaupun keduanya harus sama-sama disyukuri*. Sampainya Icha di tempat kegiatan adalah bukti kecil, bahwa tidak ada tempat yang terlalu jauh jika kalian benar-benar ingin pergi ke sana. Jadi-jadi, kapan lagi kita kemana???? 😀

Cerita selanjutnya, akan diupload maksimal dua hari kedepan ya… ^^

.

.

Ayo tetap terhubung !

Instagram           : @nuraisyah.as

Twitter                 : @nuraisyah_as

Email                    : nuraisyah1993@gmail.com

Youtube               : Nur Aisyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s