Tentang Aku dan GMB (Gerakan Mari Berbagi)

Halo  pemuda. (Eits, eits… perhatikan baik-baik, yang saya sapa pemuda. Tolong cek KTP, ingat umur. :p)

Malam ini saya lagi susah tidur dan kepikiran satu pertanyaan dari pemuda hitsnya Indonesia. Dia bertanya tentang ketertarikan saya mengikuti salah satu seleksi kegiatan kepemudaan. Youth adventre  and youth leader forum 2016 (YA YLF 2016) dari gerakan mari berbagi (GMB). Katanya gini “kenapa harus GMB? Kenapa gak ikutan kegiatan dari komunitas-komunitas nasional yang lain?” tapi, karena mungkin saya kekurangan minum *qua, jadi jawabannya sedikit melenceng. Alhasil, gentayangan terus deh pertanyaannya di kepala saya gak mau hilang-hilang.

Yaudah. Demi kebaikan saya sendiri, dan mungkin juga bisa bermanfaat bagi pembaca, saya akan membagikan alasan saya dalam cerita singkat ini. Kenapa, saya memilih mengikuti kegiatan dari komnitas bernama GMB, bukan yang lain.

Fix, sebenarnya, karena yang lagi buka pendaftaran ya GMB. Jadi ikutan deh. Haha 😀
Maaf, kalo garing. Jujur, itu alasan kecilnya memang. Tapi saya punya cerita yang mungkin bisa mengantar sebagai alasan utama saya.

Berawal dari hadirnya saya di undangan launching film pendek berjudul “share your dream” dari Sikola Pomore, salah satu GMB Giving Back Program yang diinisiasi oleh salah satu alumni YA YLF, yang juga merupakan pemuda paling hits di kota Palu, kak Yaumil Masri. Sebagai seorang yang menekuni disiplin ilmu tentang pendidikan, jujur gak pake drama, hati saya tersentuh sampai haru melihat bagaimana semangat anak-anak pesisir belajar terutama bahasa inggris di film itu, yang saya sendiri saja masih berada di level “payah”. Bukan hanya filmnya yang membuat saya terkagum, tapi juga inisiatornya. Saya tidak menyangka sebelumnya, ada pemuda di Kota tempat tinggal saya, yang punya kontribsi besar terhadap daerah pelosok hingga mau mengorbankan waktu, tenaga dan materi yang nilainya tidak sedikit untuk berbagi. Sekali lagi, BERBAGI.

Bermula dari film, kepala saya jadi penuh dengan tanda tanya. Apa itu sebenarnya sikola pomore secara mendalam dan apa itu GMB, serta apa hubungan antara keduanya.

Pertanyaan itulah yang kemudian memunculkan ketertarikan saya, untuk bergabung ke dalam tim relawan sikola pomore bersama kak Yaumil. Kak Yaumil sendiri pernah bilang begini “niat baik, seharusnya dikerjakan oleh orang-orang baik”. Barangkali, saya bukan orang yang terlalu baik juga, tapi ada kesyukuran di diri saya, karena ditunjukkan jalan oleh yang Maha Pemberi Petunjuk untuk menjadi relawan di sekolah kece ini. Sikola Pomore. Ternyata, manfaat tidak hanya saya dapatkan ketika berbagi dengan anak-anak. Setiap pertemuan dengan kak Yaumil, menjadi waktu penuh manfaat bagi saya. Saya lebih tidak menyangka lagi, kalau pemuda berambut ikal ini, terlalu cerewet memberikan inspirasi. Tak ada waktu pertemuan tanpa sedikitpun semprotan inspirasi dari beliau ini. Sungguh luar biasa.

Seperti yang baru saja saya bilang, kalau kak Yaumil adalah orang yang terlalu cerewet. Nah, beberapa kali dengan kecerewatan itulah dia bercerita tentang GMB. Komunitas kece yang membuat perubahan besar dalam hidup kak Yaumil (*begitu kalo gak salah ingat). Saya gak akan berpanjang lebar di sini. Karena sisi kehidupan kak Yaumil akan dikupas tuntas di buku biografinya, coming soon!^^. Selain kak Yaumil, sebenarnya saya juga dipanas-panasi dengan kisah perubahan yang dialami oleh para alumni YA YLF yang lain. Seperti Leo, Dadie serta kak Puji yang baru-baru ini menjadi awarde LPDP di salah satu kampus keren di Australia, kebetulan saya sudah kenal sejak lamaaaa dan memang orangnya adalah salah satu inspirator saya. Wah. Wah, dan wwah. Saya gak tau mesti ngomong apa selain kata “wah”, setelah mereka mengumbar semuanya di hadapan saya.

Bertambah lagi, dengan kedatangan para GMB’er dari Jakarta, Nayadini dan Arief yang juga ikut-iktan memanas-manasi dengan kisah mereka masing-masing. Tapi, sebenarnya, lepas dari kisah-kisah mereka yang berhasil bikin hati saya kebakaran, saya juga terkagum diam-diam dengan kepribadian dari dua anak muda Ibu Kota ini. Mereka sangat jauh dari bayangan saya tentang anak ibu kota pada umumnya yang sering saya temui. Jauh berbeda. Kontribusi mereka pada poin “berbagi” menjadi nilai lebih mereka di hadapan saya. Apalagi, berbaginya sampai jauh-jauh ke seberang pulau dari tempat mereka berasal. Luar biasa.

Kisah-kisah hebat yang saya dengar dari mereka setelah mengikuti YA YLF dari GMB membuat saya kepincut dan berkeinginan kuat untuk bergabung juga. Saya ingin seperti mereka juga. Ingin menemukan moment perubahan besar dari diri saya untuk menjadi saya yang jauh lebih hebat lagi. Jika melalui GMB orang-orang yang saya sebutkan itu bisa menjadi hebat. Tentu saja muncul harapan, saya mengalami kejadian yang sama. Temenan sama penjual parfum, bisa ketularan wanginya. Yah, coba-coba deh temenan sama orang hebat, kali aja kan bisa ketularan hebatnya.^^ Semoga saya terpilih dan mampu menjadi pemuka pemuda Indonesia berikutnya.

By the way. Hari ini adalah hari ulang tahun GMB ya. Saya pribadi mengucapkan selamat. Semoga gerakan mari berbagi mampu menggerakan pemuda disepenjuru tanah air menjadi manusia-manusia bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s