Seperti seorang yang berpuasa yang tahan berjuang karena mengetahui akan datangnya waktu magrib. Maka seharusnya, begitupun dengan jomblo’ers yang setia berjuang sendiri hingga datangnya waktu pertemuan atas skenario-Nya kan?

Aku mencoba melakukannya. Melakukan semua itu dengan caraku yang terbaik. Namun, pertanyaan tentang waktu akhir perjuangnku pun mulai bermunculan. Terlebih setelah musibah penjambretan itu menimpaku beberapa waktu yang lalu. Namun aku harus menjawab bagaimana?

Aku percaya bahwa waktu penantianku pasti akan berakhir nantinya. Di tempat yang terbaik menurut takdir-Nya. Namun kapan itu terjadi?

Satu demi satu orang yang kutemui, mulai menggangguku dengan pertanyaan yang sama berulang-ulang kali. Biasa saja awalnya. Pertanyaan itu memang sepertinya telah pantas ditanyakan kepadaku dengan usiaku yang sekarang. Tapi, aku harus menjawab apa? Sepertinya, sudah berulang kali pula aku tertahan dengan jawaban “di waktu yang tepat”. Namun, tiba-tiba saja, aku kembali bertanya kepada hatiku sendiri. Waktu yang tepat itu kapan?

Bukannya sudah bosan berjuang, tapi aku pada akhirnya akan sama seperti wanita-wanita yang lain, yang membutuhkan kepastian, kepastian dari apa yang aku perjuangkan.

Ketahuilah kamu (=takdirku), dalam perjuanganku menunggmu, aku telah terfikir beberapa orang yang mendekatiku adalah kamu. Hingga pada akhirnya, aku menyadari, bahwa kamu tidak mungkin akan membiarkanku digantung oleh ungkapan-ungkapan sayang, sebelum kamu benar-benar datang.

Namun, kepadamu yang telah dituliskan namanya menjadi imam bagiku serta keturunanku. Bisakah kamu segera datang? Setiap harinya, dalam perjalanku menunggumu, aku selalu saja dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Aku tidak pernah bisa memastikan, sampai kapan tanganku mampu menangkisnya, sampai kapan pundakku mampu memikulnya, ataupun kakiku mampu menahan langkahnya. Aku selalu takut menerka, karena jika salah, maka berarti aku telah membawa hatiku ke tempat yang bukan seharusnya.

Aku masih menunggumu dengan perasaan yang sama. Perasaan yang akan kau tumbuhkan benih cintanya saat kita bersama-sama. Namun jika mungkin, datanglah lebih cepat. Jangan biarkan ladang hatiku ini di isi oleh benih cinta yang lain selain dari dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s