5 Tahun Mendatang, Masihkah Engkau Ada untuk Berjuang?

Surat ini aku tujukan untukmu. Kepadamu di masa depan, yang sedang dan akan terus aku perjuangkan. Bagaimana kabarmu sekarang? Aku yakin, dengan membaca surat ini membuatmu kembali teringat pada masa-masa yang berat. Masa penuh beban yang sesekali membuatmu seakan ingin berhenti berjuang. Masa penuh drama yang membuat wajahmu tak jarang basah dengan air mata. Masa penuh alarm yang memangkas mimpi indahmu hingga hampir selalu terbangun tengah malam. Masa penuh ranjau, yang selalu serba salah ketika berani melakukan sebuah tindakan. Ya, masa-masa seperti itu. Masa merangkak, yang tidak pernah kau lupakan. Iya kan?

Hari ini, di malam yang memelukku dalam kelelahan, aku merangkai kata demi kata ini untukmu. Bukan rangkaian kata puitis melodrama yang penuh dengan alunan syair, seperti yang biasa kau rangkai. Bukan. Ini sedikit berbeda. Tulisan ini adalah ungkapan hati yang teruntai tulus, jujur dengan bahasa apa adanya. Untuk itu, duduklah sebentar. Beberapa kisahmu  ini telah aku kumpulkan untuk membuatmu tetap kuat di jalanmu yang sekarang.

Kamu masih ingat, ketika temanmu meremehkan kemampuan matematika yang kamu miliki hanya karena kamu menanyakan hal yang dianggapnya sepele?

Khusus untuk hal ini, aku masih saja terkagum dengan percepatanmu melakukan perbaikan. Kamu pasti masih ingat dengan jelas. Sejak saat itu, kamu dengan gigihnya belajar matematika. Setiap harinya, pasti ada saja waktu yang kamu gunakan untuk belajar dan latihan mengerjakan soal-soal yang bergelut dengan angka-angka itu. Sampai pada akhirnya, kegigihan itu membuktikan bahwa hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Kamu, yang sebelumnya diremehkan karena ketidaktahuanmu, akhirnya mendapatkan penghargaan, atas prestasi perolehan nilai sempurna saat Ujian Nasional di pelajaran matematika. Jika boleh aku memberi saran, teruslah kenang masa itu dan teruslah gigih berjuang mendapatkan tujuan hidupmu.

Masih ingatkah kamu, bagaimana perjalananmu mengetuk satu pintu ke pintu rumah berikutnya untuk memperkenalkan usaha yang sedang kamu kembangkan?

Aku tidak akan pernah lupa bagaimana persisnya kamu mengumpulkan keberanian melakukan hal itu untuk pertama kalinya. Cucuran keringat yang berkali-kali kamu usap di keningmu, serta degupan jantung yang tak beraturan itu. Setiap detailnya masih tergambar di benakku. Kamu membuang semua gengsi dan pikiran negatif yang mungkin akan terjadi, dan terus melangkah maju. Aku juga masih ingat betul, bagaimana kamu yang dianggap peminta sumbangan, hingga diusir sebelum tahu persis apa yang sedang kamu tawarkan. Malu, pasti. Tapi langkahmu yang tak gentar itu menjadi magic bagi tumbuhnya semangat di langkah-langkahku berikutnya.

Kamu juga pasti masih ingat, bagaimana orang tuamu memintamu berhenti mengembangkan usaha dan mulai mencari pekerjaan.

Aku sangat paham, kamu cukup terpukul dengan permintaan itu. Setiap orang yang berada di posisimu pasti akan merasakan hal serupa. Namun, pengertianmu terhadap perbedaan pandangan yang kamu miliki dengan orang tuamu selalu membuatku kagum. Kekuatan hatimu yang mengatakan bahwa jalan yang kamu ambil adalah jalan yang benar, membuatmu tetap bertahan dengan menunjukkan kesungguhanmu yang besar kepada mereka. Meski perdebatan tak jarang terjadi hingga membuat air mata membasahi pipimu, bukankah akhirnya mereka memberimu restu juga? Maka sekarang,  bekerjalah dengan lebih bersungguh-sungguh, bersama senyummu. Karena sesungguhnya, harapan mereka hanyalah ingin melihatmu bahagia.

Aku sengaja menuliskan surat ini untukmu, bukan untuk menyeretmu kembali ke masa ini. Aku hanya ingin membuatmu menoleh sebentar, agar kamu selalu terjaga dalam semangat menjadi dirimu yang terus tumbuh lebih baik. Semanis apapun hasil yang sedang kamu rasakan saat ini, tentu masih banyak hal yang harus kamu perjuangkan, kan? Tolong, teruslah seperti itu. Jangan berhenti berjuang karena alasan apapun. Jangan terlalu cepat merasa cukup, karena aroma keangkuhan akan tumbuh dan membuatmu jatuh. Namun, kamu juga jangan pernah berhenti untuk bersyukur. Karena, rasa syukur itu yang akan menjagamu untuk tetap tenang menghadapi guncangan apapun dan membawa kehidupanmu, indah dalam keberkahan.

Surat ini untukmu 5 tahun mendatang, dirimu dalam kaca besar yang saling berbalas pandangan denganku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s