Surat Untuk Saudari Muslimah

Dear, ukhti muslimah.

Surat cinta ini untukmu, yang senantiasa menjaga diri dari pandangan sang para pemuja. Kamu yang mungkin baru saja menetapkan hati untuk istiqamah ataukah kamu yang telah lama memilih berhijrah ke jalan-Nya. Tetap teguh kah hatimu sekarang ini? Ataukah sedang goyah oleh santun kata mereka?

Ukhti, aku sama sepertimu. Seorang perempuan biasa dengan keinginan memperbaiki diri yang luar biasa. Namun begitu, aku mungkin tak sepandai kalian menjaga hati. Karena aku telah lalai membawanya ketempat yang belum seharusnya ia tempati. Sekarang, ia mengurung di tempat rindu yang terkunci dibalik dinding-dinding hati yang kokoh. Dan aku, lalai menyimpan kunci pintu itu. Ah, entah. Lalaikah aku menyimpannya, atau memang aku yang tak berusaha keras mencarinya.

Jelasnya,  aku mengaku salah. Aku  berharap, kesalahan ini tidak muncul lagi pada pengakuanku ataupun pengakuan kalian selanjutnya.  Memang ukhti, berhijrah itu bukanlah sesuatu yang mudah. Terlalu banyak ranjau yang kita lalui, dan kesemua itu haruslah terlewat, agar keinginan berhijrah benar-benar bisa terwujud.

Aku benar-benar penat dengan semua ini  ukh. Penat dengan kebahagiaan ataupun kasih sayang semu yang berkelana di sekelilingku. Jika saja bisa, ingin sekali rasanya aku merasakan bagaimana kehidupan saling kasih sayang para nabi yang benar-benar dilakukan berdasarkan ajaran Allah. Aku  takut, jika saja Allah terlanjur mematikan hatiku, hingga tidak bisa merasakan kehidupan indah itu sebelum aku berhijrah, naudzubillah.

Ukhti, jika kalian membaca ini, tolonglah bantu aku dalam setiap doa kalian, semoga aku beserta kalian semua saudaraku sesama muslimah, segera diberikan hidayah serta kemudahan untuk berhijrah ke jalan-Nya.

Semoga kebahagiaan yang senantiasa kita rasakan, adalah kebahagian dunia akhirat yang penuh berkah dari Pencipta ya. Aamiin.

Kebetulan, sekarang ini bulan Ramadhan. Aku berharap besar, mudah-mudahan ramadhan ini penuh keberkahan dari Allah. Dibukakan pintu hatiku yang tertutup, dihidupkan hatiku yang mati, agar gerak kehidupanku di dunia bisa lebih baik lagi. Semoga, bukan hanya aku, tapi juga kepada semua ukhti muslimah yang sedang berjuang menyempurnakan shaum-nya di Ramadhan  kali ini. Aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s