Sampai pada Saat Itu

Sampai dimana indera mampu membaca, apa yang dikatakan oleh gerak gerik manusia? Sampai dimana indera bisa mendengar, apa yang dikatakan dari dalam hati manusia? Sampai dimana indera bisa menanggapi, pemikiran apa yang terlintas dari otak seorang manusia?

Saat ilmu pengetahuan telah berhasil mengutak atik gerak gerik yang nampak, getaran-getaran suara yang yang tidak jelas terdengar bahkan pemikiran yang terlintas dari ekspresi seseorang, seakurat apakah itu?

Aku sedikit khawatir sebenarnya. Jika kamu mulai tertarik dengan ilmu-ilmu itu, bagaimana lagi nantinya aku bisa bersembuyi? Bersembunyi dengan segudang rahasia yang telah lama ku tumpukkan di dalam hatiku saja, seorang diri.

Sesungguhnya, aku sangat bersyukur. Karena, Allah yang menciptakan manusia dengan sesempurna ini, tidak sampai memberikan kemampuan bagi siapapun untuk benar-benar mampu membaca dan mendengar apa yang ada di dalam hati seseorang. Jika tidak begitu, tentunya akan secanggung apa aku sekarang denganmu? Sedangkan kamu yang tidak tahu apapun saja sekarang, aku harus terus-terus mempersiapkan diri setidaknya 5 menit untuk menormalkan degupan jantung, menyeka keringat yang berlumuran di telapak tangan, juga menaikkan sedikit suhu yang membuat tubuhku beku, hanya untuk berbicara sepatah kata denganmu.

Baca juga :
Masihkah Engkau Menunggu?

Namun sekarang, kekhawatiranku mulai tumbuh. Perasaan khawatir itu tumbuh sejak kau menyatakan ketertarikanmu pada dunia sikologi. Buku-buku bacaanmu yang penuh dengan topik kepribadian, berhasil membuatku seakan lumpuh. Bagaimana bisa aku muncul di hadapanmu, jika sudah begini? Tentu, sedikit atau banyak, kamu telah belajar membaca gestur tubuh seseorang. Lalu, aku harus bagaimana lagi? Bagaimana lagi aku bisa menyembunyikan hal-hal yang telah aku sembunyikan dengan rapat selama ini?

Maaf ya, sepertinya aku harus menghindar dulu darimu. Entah berapa lama, aku juga tidak tahu. Setidaknya, biarkan aku menguasai diriku dulu. Agar komunikasi kita bisa tetap terjaga dengan nyaman. Agar persahabatan kita tidak terganggu hanya karena perasaan ini. Agar aku juga tetap bisa menjaga hatiku. Sampai pada saat itu, sampai aku benar-benar siap bertemu denganmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s