Berada pada posisi menunggu memang tidak pernah menyenagkan. Apapun situasi dan kondisinya. Aku tau persis itu. Tentunya, kamu juga begitu bukan? Karena aku tahu, bagaimana kamu, lengkap dengan ocehan dan ekspresi singamu saat menungguku ataupun teman-teman lainnya yang lebih sering ditunggu saat ada janji bertemu.

Jika kamu bisa se-detail itu menjelaskan kepadaku juga pada lainnya tentang bagaimana resahnya menunggu, dapatkah engkau berlakukan petuah-petuah itu juga pada dirimu? Terlebih pada wanita yang telah setia menunggumu.

Aku tidak pernah ingin mencampuri segala urusan yang termasuk dalam area privasimu. Tidak. Sedikitpun aku tidak berniat untuk itu. Tetapi, tahukah kamu, sebagai seseorang yang juga wanita, aku tahu persis bagaimana rasanya berada di posisi wanita itu. Karena aku, juga sedang terbelenggu oleh rasa yang serupa.

Aku sebenarnya mengerti, kamu mencoba untuk lebih realistis. Aku sangat mengerti itu, namun bisakah kamu lebih terus terang padanya? Pada dia yang aku tahu telah setia hingga menahun hanya untuk menunggu kedatanganmu, menjadikannya wanita satu-satunya yang ada di sampingmu mendampingi dan memuliakanmu. Tegaslah, katakan iya jika memang engaku serius ingin bersamanya dan katakan tidak jika kau masih saja dipenuhi kebimbangan untuk melangkah lebih jauh. Mungkin kamu masih ingin menjelajah jauh mencari ini dan itu. Namun, pikirkanlah sedikit tentangnya. Jika tidak menunggumu, mungkin dia juga bisa bertemu dan jatuh hati pada seseorang yang lain.

Aku sendiri, sedang dipenuhi tanda tanya. Entahlah. Entah ini bisa disamakan dengan hubungan kalian atau berbeda kasus. Aku tidak begitu paham. Hanya saja, kami memang tidak pernah berkomitmen untuk menunggu ataupun ditunggu. Aku tidak ingin mengguruimu memang, sejak tadi bukan begitu niatku. Karena, bagaimana aku bisa mengguruimu, sedangkan menggurui hatiku saja, aku hampir tidak mampu.

hmmmmm… Bagaimana ya? Sesungguhnya, saat ini aku serasa diterkam oleh banyak tanda tanya.

Tanda tanya itulah yang membuat seseorang memberitahukan petuah ini padaku.

Tetaplah tenang dan berpikirlah lebih realistis. Kamu, masih akan bertemu dengan lebih banyak orang, begitu pula dengannya yang juga akan bertemu dengan banyak orang. Kalian memang tidak pernah tahu, bagaimana ujung dari cerita ini. Tetapi, semua akan indah pada waktu yang tepat, tempat yang tepat bahkan orang yang tepat. Nah, orang yang tepat itu, bisa jadi memang dia ataupun orang yang berbeda.

Petuah itu, barangkali juga bisa diberlakukan untukmu ataupun untuknya. Hanya saja, jika engkau ingin mengikuti saranku, bebaskanlah dia. Tegaskan padanya tentang hubungan yang membuatnya terus menunggumu. Awalnya mungkin sakit bagimu, terlebih baginya, namun sesungguhnya itu lebih baik bagi kalian berdua.

Aku jadi teringat caption dari statusku beberapa saat yang lalu. Barangkali kamu, dia atau bahkan aku, bisa kembali menyimak kalimat ini dan merenungkannya.

Allah tidak akan pernah kehabisan cara untuk menyatukan yang berjodoh ataupun memisahkan yang tidak berjodoh. Lalu, apa yang kau risaukan?

Terakhir, ingin ku katakan, “Keep calm and stay Istiqamah”. Untukku, untukmu, untuknya, dan untuk semua saudaraku, muslim maupun muslimah.

Advertisements

2 thoughts on “Masihkah Engkau Menunggu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s